Mungkin sebagian besar dari Anda yang sudah mempelajari marketing, pasti sudah tahu seberapa penting brand awareness bagi sebuah bisnis. Untuk dapat membangun brand awareness yang baik di mata konsumen, ternyata bukan hal yang mudah.

Seiring perkembangan zaman, berbagai strategi marketing baru mulai bermunculan dan mendorong para pelaku bisnis untuk mencoba beragam cara agar brand mereka dapat lebih dikenal dan diingat dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat terutama target audiens yang dituju.

Salah satu strategi yang kini marak diterapkan bersamaan dengan pesatnya teknologi dan penggunaan internet adalah strategi viral marketing. Nah, strategi ini bahkan dianggap lebih efektif daripada strategi marketing lainnya, lho!

Apakah Anda tahu apa itu viral marketing?

Jika belum, artikel ini akan membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang viral marketing. Mulai dari pengertian, contoh, tujuan, dan juga teknik terbaik yang bisa Anda coba.

Pengertian Viral Marketing

Viral marketing adalah strategi pemasaran yang mengandalkan viral trend dan audiens untuk menyampaikan pesan dari produk dan layanan yang Anda berikan. Hal ini karena konten yang dibuat sangat menarik dan memicu emosi siapapun yang melihatnya. Dengan begitu, konten bisa tersebar lebih cepat dalam waktu singkat, layaknya virus.

Tujuan utama dari viral marketing adalah untuk menarik dan menginspirasi seorang individu untuk berbagai informasi tentang hal dan informasi yang dipromosikan kepada orang lain. Biasanya informasi tentang suatu produk atau layanan yang tersebar melalui viral marketing akan menjadi sangat populer. Orang-orang akan terus membicarakannya, baik di sosial media atau bersama rekan kerja dan keluarga.

Selain itu, strategi viral marketing juga tak hanya berlaku untuk bisnis yang besar saja. Anda yang baru memiliki bisnis kecil pun bisa menggunakan strategi ini. Asalkan, konten Anda benar-benar bisa menarik perhatian.

Penasaran dengan cara kerja dari viral marketing?

Berikut cara kerja dari viral marketing:

  1. Seseorang mendapatkan ide atau gagasan.
  2. Kemudian ide atau gagasan tersebut menimbulkan reaksi kepada orang tersebut.
  3. Seseorang dengan rela atau enggan akan membantu menyebarkan ide tersebut.
  4. Selanjutnya lebih banyak orang mendapatkan ide tersebut.
  5. Setiap orang baru berpotensi untuk bereaksi terhadap ide tersebut dan membantu menyebarkannya lagi ke orang lain.
  6. Prosesnya menjadi berulang dengan sendirinya, begitu seterusnya hingga menjadi viral.

Baca juga: Digital Payment Solusi Pembayaran di Jaman Now

Kelebihan Viral Marketing

Ada banyak keuntungan dan kelebihan viral marketing. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Menghemat Biaya Iklan

Kelebihan viral marketing yang pertama adalah hemat biaya. Sebab, penyebaran konten tidak terbatas pada medium yang sudah dipilih. Malahan, konten juga akan disebarkan oleh banyak orang secara terus menerus dengan sendirinya.

Bahkan, bukan tidak mungkin kalau konten promosi bisa menjangkau audiens lain diluar dari target pasar Anda. Itu kenapa keuntungan yang didapat bisa jauh lebih besar. Bahkan bisa berlipat hingga menutupi biaya modal awal saat membuat iklan tersebut.

  1. Meningkatkan Brand Awareness

Meningkatkan brand awareness adalah alasan terbesar mengapa banyak pebisnis menyukai strategi ini. Yup, dengan konten yang viral, otomatis bisnis Anda semakin banyak dikenal.

Apalagi kalau iklan Anda bisa menyampaikan pesan yang bermanfaat dan solutif.

Dan semakin brand Anda dikenal, kesempatan Anda untuk menggaet pembeli pun bisa semakin tinggi.

  1. Membuka Peluang Diliput oleh Berbagai Media

Ini juga salah satu keuntungan yang masih berkaitan dengan poin pertama, yaitu hemat biaya. Saat iklan berhasil viral, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memasang iklan di berbagai media. Seperti koran, televisi, radio, dan lain-lain.

Bahkan unggulnya, media-lah yang akan dengan sukarela meliput konten Anda yang viral itu. Menarik, kan?

  1. Meningkatkan Traffic ke Platform Media Social dan Website

Semakin viral sebuah konten atau produk maka semakin banyak yang penasaran untuk melihatnya. Nah bukan tidak mungkin hal itu akan berpengaruh pada peningkatan jumlah pengunjung media social atau website Anda.

Jika orang menghabiskan lebih banyak waktu di website Anda, ada kemungkinan mereka akan menjadi konsumen untuk jangka waktu yang lama.

Kekurangan Viral Marketing

Terlepas dari kelebihan viral marketing, strategi ini juga memiliki beberapa kekurangan. Yaitu:

  1. Berpotensi Mendapatkan Citra Negatif

Strategi viral marketing sering didorong oleh word of mouth dari audiens atau konsumen. Masalahnya, bisa saja audiens mengambil sudut pandang berbeda dari yang ingin Anda sampaikan. Ambil contoh iklan Grab yang di tahun 2016 sempat dikecam masyarakat.

Iklan yang diunggah pada YouTube tersebut menampilkan seorang remaja wanita yang tubuhnya luka-luka dan penuh darah. Seolah-olah habis menjadi korban kecelakaan.

Niat awalnya, Grab ingin menyampaikan bahwa mereka memiliki standar keamanan mumpuni. Seperti driver yang lulus pelatihan keselamatan, kendaraan yang terawat, dan memiliki dokumen lengkap.

Namun, masyarakat menilai cara mereka terlalu vulgar dan tidak etis. Apalagi di iklan tersebut, Grab seakan sedang memojokkan ojek pangkalan yang tidak memiliki jaminan keamanan. Oleh sebab itu, perhatikan kembali konten Anda dan awasi agar tidak menimbulkan kesan yang tidak diinginkan.

  1. Dianggap Spam

Penyebaran konten viral yang terlalu intens tidak selamanya baik. Ketika sedang menjadi pusat perhatian, kemungkinan besar iklan Anda akan muncul di berbagai tempat. Dan menjadi perbincangan banyak masyarakat secara terus menerus.

Persis dengan poin pertama, hal ini bisa saja menimbulkan kesan berbeda di beberapa orang. Salah satunya dianggap sebagai spam. Alih-alih membuat terkesan, mereka justru merasa bosan karena selalu terekspos di mana-mana.

  1. Sulit Diprediksi

Viral marketing memiliki skenario hit or miss, alias bisa berhasil bisa tidak. Walaupun ada strategi tertentu untuk membuat konten viral, tetapi strategi ini lebih sulit diprediksi dibanding strategi lainnya.

Beberapa iklan bisa saja viral dalam waktu singkat. Tetapi, ada pula beberapa diantaranya yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Atau bahkan tidak viral sama sekali. Dengan begitu, perlu mempertimbangkan strategi yang maksimal agar tidak menjadi campaign yang sia-sia.

Baca juga: Tips Sukses Memulai Bisnis Startup untuk Pemula

Contoh Viral Marketing

Supaya Anda punya bayangan lebih soal viral marketing, di sini kami akan berikan beberapa contoh viral marketing.

  • Pertama adalah Go-Jek, yang billboard-nya sempat viral di tahun 2017. Billboard ini sengaja dibuat sederhana, tanpa menggunakan banyak sentuhan warna/gambar.

Tapi justru karena itulah, iklan ini menarik perhatian publik. Dengan memasang billboard di kawasan Kuningan yang rawan dengan macet. GoJek sengaja membuat pengendara yang sedang macet-macetan, punya waktu untuk membaca tulisannya sampai selesai.

  • Ada lagi contoh viral marketing dari billboard Lazada yang sempat jadi bahan perbincangan di jagat maya pada tahun 2017. Ia sengaja memasang billboard terbalik, untuk menyita perhatian masyarakat.

Baca juga: Strategi Efektif B2C Marketing 

Kebetulan, saat itu Lazada memang sedang mengadakan diskon besar-besaran. Jadi, seolah-olah diskon mereka yang besar itu bisa mengguncang semesta dan membuat masyarakat terbalik. Begitu kata Head of Online Marketing Lazada.

Nah, dari kedua contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa iklan yang viral itu bukan terjadi secara tiba-tiba. Semuanya memang dilakukan dengan strategi tertentu.

Tips Memaksimalkan Strategi Viral Marketing

Berikut beberapa tips penerapan viral marketing yang bisa Anda coba.

  1. Tentukan Target Audiens dan Platform yang Tepat

Pilihan platform dan audiens juga bisa menentukan kesuksesan strategi viral marketing Anda lho. Dengan banyaknya informasi yang ada di luar sana, jarang ada konten yang bisa viral dengan sendirinya.

Untuk menciptakan konten yang  menarik lebih banyak orang dari kompetitor, pastikan bahwa konten Anda akan diterima oleh audiens yang tepat.

Nantinya, audiens inilah yang akan menyebarkan informasi yang mereka dapatkan kepada jangkauan yang lebih luas lagi.

Contohnya, jika bisnis Anda menargetkan anak muda pengguna aktif internet, Instagram marketing bisa jadi salah satu pilihan terbaik.

Sedangkan, jika Anda menargetkan pasar yang lebih tua, Facebook adalah pilihan yang lebih tepat.

  1. Mengoptimalkan Tools Analytics

Tools analytics ini berguna untuk membaca dan menganalisis data. Untuk memetakan target audiens, Anda bisa menggunakan tools analytics ini.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakannya untuk menganalisis tren, memetakan KOL (key opinion leader) atau influencer, tipe konten, dll.

Kegunaan tools analytics harus benar-benar Anda optimalkan. Keberhasilan viral marketing sangat bergantung pada analisis data yang Anda lakukan.

  1. Ciptakan Konten yang Tepat

Selain target audiens dan platform, pilihan konten juga salah satu faktor yang menentukan kesuksesan strategi viral marketing Anda.

Tentunya, konten yang tepat tergantung juga pada audiens dan platform yang Anda gunakan. Tapi jika diperhatikan lagi, konten yang sering viral akhir-akhir ini adalah konten dengan format video.

Konten video memang terkenal lebih mudah viral dibanding dengan format konten yang lainnya. Sebuah video dianggap lebih menarik, memikat, dan juga lebih gampang dipahami oleh masyarakat luas.

  1. Bekerja sama dengan Influencer

Salah satu cara tercepat untuk menjadi viral adalah melalui influencer yang memiliki banyak followers/pengikut di suatu sosial media platform.

Biasanya influencer memang mempunyai rate promosi yang cukup tinggi. Tapi sebenarnya, Anda juga bisa lho menarik perhatian influencer tanpa mengeluarkan biaya banyak.

Anda bisa mencoba untuk mengirimkan para influencers ini produk Anda secara gratis untuk di review. Jika cara ini masih belum berhasil, cara lainnya adalah untuk berinteraksi dengan postingan influencer tersebut.

Tulis komentar-komentar unik dan  menarik yang akan menarik perhatian influencer tersebut atau bahkan followers yang lainnya!

  1. Manfaatkan Emotional Appeal

Emotional appeal digunakan untuk memicu emosi dari seorang individu saat melihat konten atau informasi yang Anda berikan. Yang dimaksud dengan  emosi disini memang beragam jenisnya, mulai dari emosi negatif sampai positif. Namun satu hal yang pasti bahwa emosi yang kuat akan membuat konten Anda semakin viral.

Biasanya, orang-orang akan lebih bereaksi kepada hal-hal yang mempunyai emotional appeal yang bisa mereka kaitkan dengan diri mereka. Contohnya, mungkin Anda bisa membuat konten yang menimbulkan nostalgia masa kecil seseorang. Anda juga bisa menciptakan konten yang akan memicu rasa bangga dan bahagia.

Jika cukup berani, Anda juga bisa menciptakan sedikit kontroversi yang akan menarik orang-orang untuk berinteraksi lebih banyak dengan bisnis Anda. Tetapi Anda tetap perlu berhati-hati. Jangan sampai Anda malah mendapatkan reputasi yang buruk gara-gara konten tersebut.

  1. Gunakan Hashtag untuk Menyebarkan Konten

Tips yang tak kalah penting adalah menggunakan bantuan hashtag pada iklan Anda. Hashtag marketing juga menjadi cara efektif untuk membuat konten Anda populer. Menambahkan hashtag juga membuat konten Anda lebih berkesan. Selain itu, keberhasilan campaign Anda pun bisa mudah terlacak.

Maka, manfaatkan waktu Anda untuk membuat hashtag yang unik, menarik dan mudah diingat oleh audiens.

  1. Gunakan Strategi Trend Jacking

Pernah mendengar istilah Trend Jacking? Trend Jacking alias pembajakan tren merupakan salah satu strategi marketing yang memanfaatkan situasi atau isu yang tengah naik daun untuk bahan promosi. Strategi ini sering digunakan sebagai cara untuk melakukan viral marketing.

Pembuatan kontennya pun bisa beragam, mulai dari penggunaan gambar atau video yang menyesuaikan dengan brand itu sendiri.Ambil contoh Shopee yang menirukan lagu Baby Shark pada iklannya di tahun 2018. Iklan ini pun viral dengan salah satu liriknya “di Shopee pi pi pi pi pi pi” yang menjadi ikon. Mereka berhasil melihat peluang hits-nya lagu Baby Shark di kala itu untuk membuat iklan mereka sukses diingat masyarakat.

  1. Buatlah Konsep Konten yang Out of The Box

Untuk bisa membuat konten Anda jadi viral, Anda butuh konsep yang out of the box.

Anda bisa melihat bagaimana Dimas Djay membuat iklan Indoeskrim. Bukan hanya temanya yang unik, Dimas juga menghadirkan elemen-elemen absurd seperti handphone jaman kerajaan.

Untuk bisa menciptakan hal semacam itu, Anda harus terus mengasah kreativitas dan mengkonsumsi banyak referensi.

Demikian artikel mengenai viral marketing. Nah, perlu diingat bahwa viral marketing pada dasarnya sangat bergantung pada audiens dan kemampuan suatu brand untuk menyajikan konten yang tepat pada waktu yang tepat pula sehingga pesan yang hendak disampaikan dapat menyebar begitu saja atau viral. Apakah Anda tertarik untuk mencoba strategi ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here