Atap merupakan salah satu penutup sebuah bangunan yang berfungsi untuk melindungi apapun yang berada di dalamnya dari teriknya sinar matahari, musim hujan dan perubahan cuaca lainnya.

Selain berfungsi sebagai pelindung, atap pun hadir sebagai “mahkota” dari sebuah hunian, yang dapat menaikkan nilai estetika bangunan tersebut.

Salah satunya yaitu atap bitumen. Atap bitumen merupakan jenis genteng yang mulai diminati oleh banyak orang karena tampilannya yang terkesan mewah dan modern. Penggunaan atas aspal ini banyak ditemukan di kota-kota besar.

Atap bitumen mempunyai komposisi yang serupa namun tak sama dengan atap bergenteng tanah liat. Karena, atap bitumen dibentuk dari berbagai material alami dengan kekuatan penting sebagai bangunan kokoh.

Pengertian Atap Bitumen

Bitumen sendiri yaitu cairan aspal hasil persenyawaan hidrogen dan hidrokarbon dengan sedikit campuran sulfur, klor serta oksigen. Aspal tampak padat saat di suhu ruang, padahal ia mempunyai cairan yang sangat kental. Pengaplikasiannya beragam salah satunya pada genteng bitumen.

Atap bitumen jenis atap yang komposisi pembentuk utamanya yaitu aspal atau bitumen yang disempurnakan dengan berbagai bahan yang sangat kuat. Seperti alga coating, fiberglass, alga coating, dan pasir batu.

Struktur bahan dasar bitumen diproses dengan teknik penekanan serta pemanasan yang tinggi. Sehingga atap jenis ini lebih fleksibel, kuat serta tidak mudah patah. Atap bitumen disebut juga genteng aspal atau atap aspal.

Sebelum memutuskan untuk memilih genteng aspal sebagai penutup atap Anda, ada baiknya kita pelajari beberapa keunggulan dan kelemahan genteng aspal bitumen.

Kelebihan Atap Aspal

Berikut adalah beberapa kelebihan penutup atap berbahan aspal:

  • Mempunyai Variasi Bentuk dan Warna yang Menarik

Terdapat banyak variasi bentuk dan warna atap aspal di pasaran. Dengan banyaknya variasi ini akan mempermudah Anda dalam menentukan atap yang sesuai dengan bangunan yang dimiliki. Variasi dari genteng bitumen mengikuti perkembangan tren saat ini, sehingga dapat menyesuaikan desain eksterior rumah yang akan membuatnya terlihat senada.

  • Kuat

Atap bitumen mampu menahan tekanan angin berkecepatan hingga 96,5 km/jam.

  • Mempunyai Daya Tahan yang Baik dan Kuat

Atap bitumen mempunyai daya tahan yang kuat sehingga mampu menahan serangan air, api serta tekanan angin kencang.

  • Memiliki Garansi yang Awet

Karena usianya yang tahan lama, tidak sedikit produsen yang memberikan garansi hingga 40 tahun. Tidak mengherankan apabila bangunan dengan spesifikasi tinggi menggunakan jenis genteng ini akan memberikan rasa aman dan nyaman.

  • Memiliki Berat yang Sangat Ringan

Berat yang sangat ringan, jauh lebih ringan dibandingkan genteng beton atau genteng keramik. Dalam satu meter persegi, beratnya hanya mencapai 13kg. Sedangkan atap keramik atau beton mencapai 50 kg hingga 60 kg. Hal ini meringankan daya beban total atap yang ditopang rangka atap bangunan Anda.

  • Tahan Banting

Genteng bitumen tahan banting dan lebih kokoh karena proses pembuatannya panjang serta melalui pemanasan yang tinggi. Sehingga cocok untuk diaplikasikan pada bangunan rumah. Biasanya, aplikasi jenis ini di sebuah rumah selalu dikombinasikan dengan aplikasi atap baja ringan sehingga sangat padu.

  • Lentur dan Mudah Dibentuk

Apabila Anda menggunakan genteng keramik ataupun genteng beton maka akan susah mengaplikasikannya ke bentuk-bentuk atap dengan sudut kemiringan yang ekstrim atau curam.

Berbeda dengan genteng aspal, genteng ini mempunyai sifat lentur dan dapat mengikuti berbagai bentuk model atap yang unik, bahkan untuk kemiringan yang cukup curam hingga 90 derajat /vertikal sekalipun.

  • Kedap Suara dan Nyaman

Dalam kondisi tertentu, suara hujan dapat mengganggu apabila jika tidak cepat mereda. Namun pemakaian genteng bitumen ini sangat tepat untuk meredam kebisingan suara hujan dan angin dari luar. Selain hujan dan angina, atap jenis ini juga mempunyai kemampuan untuk meredam suara yang berasal dar luar.

Kekurangan Atap Bitumen

Selain kelebihan, genteng bitumen juga mempunyai beberapa kekurangan. Berikut kekurangan dari genteng bitumen :

  • Harganya yang Cukup Mahal

Harga genteng bitumen cenderung mahal, karena mempunyai kualitas yang sangat baik dan bahan baku yang berbeda dibandingkan dengan genteng lain. Sehingga dapat difungsikan untuk jangka panjang.

  • Membutuhkan Perlengkapan Instalasi yang Tidak Sedikit

Untuk proses pemasangan instalasi, perlu dilandasi terlebih dahulu oleh multipleks/semen board dan diberikan underlayer (waterproofing) sebelum dilapisi oleh genteng bitumen. Hal ini penting dilakukan untuk memperkuat struktur dan ketahanan genteng bitumen.

  • Tingginya Biaya Proses Perawatan

Apabila atap aspal yang Anda miliki rusak atau mengalami kebocoran, Anda harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan perbaikan. Alasannya karena harga atap aspal yang tidak murah dan Anda perlu bantuan jasa tukang bangunan yang mengerti perbaikan atap aspal. Tukang bangunan ini biasanya memiliki biaya jasa yang lebih mahal dibandingkan tukang bangunan lain karena skill yang dimilikinya.

  • Proses Pemasangan Tidak Mudah

Memerlukan tukang bangunan yang berkeahlian khusus serta berpengalaman untuk memasang genteng bitumen, karena tidak semua tukang bangunan mempunyai kecakapan untuk memasang atap secara rapi agar mempunyai usia pakai yang panjang. Seperti pemasangannya, proses perbaikan atap ini juga tidak bisa diperbaiki oleh sembarang tukang bangunan.

Sebelum memasang atap jenis ini sebaiknya Anda menanyakan terlebih dahulu kepada ahlinya, mintalah pendapat dan perhitungan harga yang dibutuhkan untuk atap Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here