Pemasaran adalah upaya dalam memberikan informasi berharga kepada pelanggan di tempat dan waktu yang tepat. Namun dalam pelaksanaanya memang tidak mudah, alhasil target penjualan belum tercapai.

Maka dari itu Anda harus mencari strategi pemasaran produk yang efektif. Sehingga Upaya yang Anda lakukan membuahkan hasil yang maksimal.

Banyak metode yang dapat digunakan bisnis untuk memasarkan produknya, salah satunya personalized marketing.

Personalized marketing dipilih bisnis untuk meninggalkan kesan intens atau akrab dengan pelanggan. Hal ini diharapkan dapat membangkitkan rasa penasaran atau empati mereka, sehingga tergerak membeli produk tersebut.

Apakah Anda tertarik menggunakan metode personalized marketing ini?

Kalau begitu perhatikan baik-baik penjelasan dibawah ini

Apa Itu Personalized Marketing?

Personalized marketing adalah upaya untuk memberikan konten pemasaran yang sesuai dengan target konsumen Anda.

Dapat dipahami pula bahwa personalized marketing adalah strategi yang dibuat untuk menyesuaikan antara brand messagedengan individu dari calon prospek menurut data yang ada.

Tujuannya, agar Anda bisa membangun komunikasi secara personal dengan konsumen dengan pesan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Sehingga, Anda akan lebih mudah mendorong konsumen untuk tidak hanya melakukan transaksi, tetapi juga menjadi pelanggan tetap.

Cara melakukan personalized marketing adalah dengan menggunakan tools analytics untuk mengumpulkan data yang menggambarkan karakteristik konsumen. Contoh datanya termasuk minat, lokasi, dan produk brand Anda yang konsumen beli.

Data itu kemudian bisa Anda manfaatkan untuk membuat kategori atau segmen konsumen. Dengan begitu, Anda dapat merencanakan email newsletter, iklan, dan konten lain berisi penawaran yang tepat untuk masing-masing segmen.

Contoh personalized marketing adalah mengirimkan email untuk merekomendasikan beberapa produk yang berkaitan dengan barang yang baru saja konsumen beli di toko online Anda.

Apa Tujuan Personalized Marketing?

Apakah Anda tahu tujuan dari personalized marketing? Jika belum, berikut kami siapkan tujuan dari metode personalized marketing :

  • Memaksimalkan Customer Experience

Ketika Anda sudah mendapatkan kepercayaan customer maka, ia tak akan segan untuk bertransaksi dengan Anda.

Nah, tujuan personalized marketing di antaranya adalah membangun rasa percaya tersebut. Caranya, dengan memaksimalkan customer experience melalui konten pemasaran yang sesuai dengan kebutuhannya.

  • Meningkatkan Loyalitas Customer

Loyalitas konsumen adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan karena hal ini bisa mendatangkan keuntungan terhadap suatu brand.

Salah satu strategi untuk mendapatkan loyalitas pelanggan adalah dengan cara melakukan personalized marketing. Sebab, banyak customer menyukai brand yang mengenali kebutuhan mereka.

Nah, upaya personalisasi pemasaran akan menunjukkan kepada customer bahwa Anda mengetahui apa yang cutomer butuhkan.

  • Mendatangkan Keuntungan Berlipat

Selama Anda mampu memberikan pengalaman konsumen yang baik lewat personalized marketing, pemasukan bisnis Anda bisa meningkat.

Sebab, penelitian menunjukkan bahwa 80% konsumen lebih tertarik untuk membeli dari brand yang menerapkan personalisasi di upaya pemasarannya.

Oleh karena itu, return on investment atau keuntungan Anda juga akan lebih banyak dibandingkan jika Anda menjalankan strategi pemasaran secara tradisional.

Pun demikian, strategi pemasaran tersebut harus diikuti dengan kualitas produk yang selalu terjaga, ya.

Cara Penerapan Personalized Marketing dalam Bisnis

  1. Siapkan Tools yang Anda Butuhkan

Untuk menerapkan personalized marketing, Anda memerlukan tools yang mendukung tujuan Anda memahami konsumen. Salah satunya adalah tracking pixels yang Anda sematkan di halaman website, email, banner iklan, dan sarana pemasaran online lainnya.

Tracking pixels berfungsi untuk menyampaikan data interaksi konsumen dengan berbagai sarana pemasaran Anda. Misalnya, halaman produk apa saja yang dikunjungi oleh konsumen.

Untuk memeriksa data itu, Anda perlu menghubungkan tracking pixels dengan tools analytics.

Selain itu, Anda perlu menggunakan tools customer relationship management (CRM) untuk memasang formulir kontak di website Anda. Tujuannya, untuk mendapatkan alamat email konsumen. Nantinya, Anda memanfaatkan alamat-alamat email yang didapatkan untuk mengirimkan newsletter atau promosi kepada pelanggan.

  1. Kumpulkan Data Konsumen

Setelah menyiapkan tools yang Anda butuhkan, cara melakukan personalized marketing selanjutnya tentu mengumpulkan data konsumen.

Namun sebelum melakukannya, Anda perlu menginformasikan kepada konsumen bahwa Anda membutuhkan data tersebut demi meningkatkan pelayanan kepada mereka. Jelaskan data apa saja yang Anda kumpulkan, cara Anda melakukannya, dan bagaimana data tersebut Anda gunakan.

Informasi tersebut penting bagi konsumen. Sebab, meski banyak pelanggan lebih tertarik dengan brand yang menerapkan personalisasi, belum tentu semuanya setuju untuk memberikan data pribadi mereka.

  1. Lakukan Segmentasi Konsumen

Apabila data yang dikumpulkan dirasa sudah cukup, Anda bisa melakukan langkah selanjutnya yaitu segmentasi konsumen atau customer persona.

Yaitu, membagi para konsumen Anda ke dalam beberapa segmen atau kategori sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Misalnya, jika ingin memberikan rekomendasi produk yang tepat untuk pelanggan, Anda bisa melakukan segmentasi berdasarkan daftar transaksi. Dengan begitu, produk Anda semakin laris karena Anda memberikan produk yang pelanggan butuhkan.

  1. Tentukan Sarana Pemasaran

Digital marketing adalah teknik pemasaran yang menawarkan bermacam sarana untuk menjalankan upaya personalisasi, termasuk email dan iklan di website. Lalu, sarana mana yang sebaiknya Anda gunakan untuk personalized marketing?

Untuk mengetahuinya, Anda perlu mencoba platform-platform yang sering diakses target konsumen Anda. Data yang dikumpulkan menggunakan tool analytics bisa membantu Anda untuk mengetahui jika landing page, iklan, atau email newsletter Anda diklik oleh konsumen.

  1. Rencanakan Content Map

Dalam pembuatan content map, Anda harus memiliki ide terkait konten apa yang sekiranya menarik minat calon konsumen terlebih dahulu.

Tidak hanya menarik saja, tetapi usahakan agar konten Anda bisa bermanfaat dan dapat meningkatkan jumlah engagement.

Misal, apabila produk yang Anda tawarkan di bidang fashion, Anda dapat mencoba membuat ide konten berupa tips and trick dari segi berpakaian dan hal lainnya yang berhubungan dengan bidang yang Anda tawarkan.

Hal tersebut juga harus bisa disesuaikan dengan minat dan ketertarikan konten dari konsumen yang telah dibuat sebelumnya.

  1. Buat Personalized Content

Langkah selanjutnya adalah membuat personalized content.

Umumnya yang digunakan untuk strategi personalized marketing adalah melalui email dengan menggunakan fitur tool automation. Melalui tool ini, pengiriman ke banyak orang jauh lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu yang ada.

Adapun konten yang akan dikirimkan diharuskan sepersonal mungkin dan juga harus cocok sesuai dengan kriteria penerimanya. Oleh karenanya, buatlah beberapa variasi konten dalam satu campaign yang sama.

Dari pembahasan di atas, dapat dipahami bahwasanya personalized marketing dapat menjadi cara tepat dan efektif bagi Anda dalam menjalankan strategi marketing. Strategi personalized marketing memungkinkan Anda untuk dapat lebih dekat dengan pelanggan dan meningkatkan peluang peningkatan loyalitas pelanggan terhadap bisnis Anda.

Demikian penjelasan lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan personalized marketing hingga cara penerapannya dalam bisnis.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mulai menggunakannya?

Jika Anda membutuhkan pengetahuan lain seputar strategi digital marketing, Anda bisa membuka blog kami di https://blog.akmakom.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here