Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, saai ini semakin banyak orang-orang yang melakukan aktivitasnya didunia digital tak terkecuali aktivitas membaca.

Selain bisnis, perpustakaan pun sekarang banyak yang didirikan dan dibuat secara digital atau biasa dikenal dengan E-library. Secara konsep, perpustakaan digital mirip dengan perpustakaan konvensional. Perbedaannya hanya terletak pada sumber daya dan sistem peminjamannya.

Perpustakaan digital dianggap lebih sederhana dan memudahkan para peminjam buku. Anda tidak perlu datang langsung ke gedung perpustakaan. Lalu, apa sebenarnya perpustakaan digital itu?

Yuk kita simak penjelasan berikut ini!!

Apa itu Perpustakaan Digital?

Perpustakaan digital (digital library atau E – Library) adalah tempat di mana Anda dapat meminjam koleksi buku dan sumber edukatif lainnya secara digital atau daring. Di era digital seperti sekarang ini, perpustakaan digital sudah umum dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan atau organisasi.

Gagasan pendirian dan pembuatan perpustakaan digital dimunculkan pertama kali oleh seorang ahli bernama Vannevar Bush pada tahun 1945. Beberapa puluh tahun sesudah itu persisnya pada 1980, fungsi utama dari perpustakaan mulai diotomasi dengan teknologi yang lebih modern yaitu komputer. Namun ketika itu hanya lembaga dan instansi besar saja yang mampu menyediakannya.

Berikutnya pada sekitar tahun 1990, penerapan pengelolaan perpustakaan secara modern ini makin berkembang dan dikenal oleh masyarakat seluruh dunia termasuk Indonesia.

Lembaga Perpustakaan Nasional Indonesia telah mengembangkan perpustakaan dalam bentuk digital dengan berbagai koleksi yang bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat melalui teknologi internet dengan alamat situs di http://e-resources.perpusnas.go.id. Semua koleksinya dapat dibuka tanpa perlu mengeluarkan biaya alias gratis. Tetapi tentu saja sebelumnya harus mendaftarkan diri dulu untuk menjadi anggota.

Kelebihan Digital Library

Tentu saja, segala sesuatu yang bersifat digital memudahkan manusia. Hal ini juga berlaku untuk perpustakaan digital. Berikut adalah keunggulan E-Library ini:

  • Praktis dan tidak terbatas oleh waktu dan tempat. Peminjam dapat mengakses perpustakaan ini selama 24 jam sehari, di mana pun mereka berada.

  • Tidak memerlukan tempat penyimpanan fisik untuk buku atau referensi pustaka.

  • Mudah digunakan oleh siapa saja karena menggunakan teknologi digital.

  • Informasi yang didapat menjadi lebih cepat dan mudah

  • Terhindar dari kerusakan buku secara fisikMemudahkan proses belajar

Kekurangan E – Library  Bagi Berbagai Pihak

Selain ada keunggulannya, perpustakaan digital juga ada kelemahannya. Berikut adalah kelemahan E – Library.

  • Akses menjadi terbatas jika internet yang digunakan lambat.

  • Biaya pembuatan E – Library ini dinilai terlalu tinggi.

  • membutuhkan kecepatan internet. Selain itu, juga membutuhkan bandwidth mumpuni.

Contoh Perpustakaan Digital

  1. Perpustakaan Digital Nasional (iPusnas)

Perpustakaan ini merupakan perpustakaan nasional, tetapi dalam bentuk aplikasi atau digitalnya. Dengan kehadiran perpustakaan digital nasional, maka masyarakat Indonesia bisa mencari buku yang dibutuhkan dengan mudah. Biasanya aplikasi dari perpustakaan nasional yang berbentuk digital ini dikenal dengan nama iPusnas.

Hadirnya aplikasi iPusnas ini bekerja sama dengan developer Aksaramaya. Setiap perpustakaan digital pasti memiliki keunikannya masing-masing. Keunikan dari iPusnas adalah pengguna aplikasi dapat memberikan komentar dan menilai buku yang telah dibaca. Bahkan, komentar itu bisa membentuk komunikasi dengan anggota pengguna iPusnas lainnya. Supaya tidak penasaran dengan aplikasi iPusnas, maka segera download langsung di Google Play atau App Store.

  1. Perpustakaan Digital Kemdikbud (e-Perpusdikbud)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki perpustakaan digital yang diberi nama e-Perpusdikbud. Koleksi dari perpustakaan digital Kemdikbud ini lebih dari ratusan ribu, bahkan mencapai 200.000 yang terdiri dari majalah, koran, buku, buku digital, jurnal, jurnal elektronik, dan audiovisual. Keunikan dari perpustakaan digital ini berupa informasi yang selalu update, sehingga pengguna akan mendapatkan informasi terbaru.

  1. Perpustakaan Digital Gramedia (e-Perpus)

Siapa yang tak mengenal toko buku terbesar di Indonesia, Gramedia Digital Nusantara atau lebih dikenal dengan nama toko buku Gramedia (toko buku konvensional). Gramedia Digital Nusantara yang sangat berhubungan dengan “dunia membaca” tak ingin ketinggalan untuk membuat perpustakaan digital, yaitu e-Perpus. Tampilan dari aplikasi ini akan membuat pengguna nyaman dan ingin menggunakannya dalam waktu yang lama.

e-Perpus merupakan platform perpustakaan digital dengan konsep B2B (Business to Business) yang memudahkan pengelolaan perpustakaan klien yang memakai jasa e-Perpus. Klien yang memakai jasa e-Perpus terdiri dari sekolah, universitas, korporasi, instansi dan komunitas yang memberikan layanan perpustakaan gratis untuk anggotanya.

Anggota yang bisa mengakses perpustakaan digital tersebut dapat menikmati layanan baca buku dari ribuan penerbit yang sudah cukup terkenal di Indonesia, seperti Mizan, Elex Media Komputindo, dan lain-lain.

Selain meningkatkan minat baca para anggotanya, e-Perpus memberikan manfaat bagi klien seperti meningkatkan akreditasi sekolah/kampus, menjadi media pembelajaran jarak jauh, menjadi sarana rekreasi dan informasi bagi peserta didik dan pengajar, sumber literasi untuk pembuatan karya ilmiah, serta mendukung terciptanya smart city.

  1. Perpustakaan Digital Jakarta

Perpustakaan Digital Jakarta adalah salah satu perpustakaan digital milik daerah adalah perpustakaan digital Jakarta yang diberi nama iJakarta. Kehadiran aplikasi perpustakaan ini bukan hanya bisa digunakan oleh masyarakat saja, tetapi juga bisa digunakan oleh masyarakat di luar Jakarta.

Perpustakan digital Jakarta berada di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI.  Jakarta. Aplikasi iJakarta memiliki fitur yang sama dengan aplikasi iPusnas  yang bisa membuat sesama anggotanya menjalin komunikasi dengan baik melalui fitur komentar. Keunikan dari aplikasi ini adalah pengguna atau anggota dari iPusnas bisa menyimpan bukunya selama 5 hari dan sudah tersimpan di fitur rak buku.

Nah dengan kemudahan mengakses buku ini diharapkan semakin banyak orang yang gemar membaca baik dari kalangan akademik hingga ke masyarakat luas. Dengan begitu bukan tidak mungkin akan muncul banyak orang cerdas yang berumunculan di negeri ini.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here