Dewasa ini, metode yang dilakukan untuk mendekatkan diri ke calon konsumen perlahan-lahan sudah mulai berubah.

Jika sebelumnya kegiatan pemasaran dilakukan dengan cara outbound marketing, maka sekarang sudah mulai melakukan inbound marketing.

Pada dasarnya, inbound marketing adalah kegiatan marketing yang dilakukan untuk membantu Anda meraih lebih banyak konsumen.

Tentunya hal tersebut bisa diraih jika Anda mampu mengeksekusi prinsipnya dengan baik.

Nah, jadi apa sih sebenarnya inbound marketing?

Dan bagaimana cara menerapkan metodologi ini ke dalam bisnis Anda?

Yuk simak ulasan berikut sampai habis!

Pengertian Inbound Marketing

Inbound marketing adalah metode pemasaran yang bertujuan untuk membantu calon konsumen menemukan bisnis Anda.

Jika pada umumnya suatu bisnislah yang mencari konsumen, maka inbound marketing akan membuat konsumen mencari bisnis.

Nah, untuk membuat calon konsumen mencari bisnis Anda, tentunya Anda harus membuat mereka tertarik pada bisnis Anda.

Disanalah prinsip utama dari inbound marketing. Anda harus mampu sekuat tenaga membuat calon konsumen merasa tertarik dan membuat mereka butuh dengan bisnis Anda.

Metodologi Inbound Marketing

1.   Attract

Seperti artinya attract yaitu menarik perhatian maka fokus utama bisnis Anda adalah menarik perhatian audiens sebanyak-banyaknya.

Karena, saat ini audiens belum tahu sama sekali tentang bisnis Anda. Dan tentu, Anda harus membuat mereka sadar akan adanya bisnis Anda.

Berikut adalah beberapa praktik yang bisa Anda manfaatkan untuk menarik perhatian calon konsumen:

  • Content marketing
  • SEO
  • Digital advertising
  • Social media marketing

Ingat, menarik perhatian bukan berarti Anda menampilkan bisnis Anda beserta produknya begitu saja. Ada nilai yang mesti Anda tawarkan agar mereka tertarik.

Anda bisa dengan memulai produksi konten seperti blog, podcast, short video, infografis, dan berbagai jenis konten lainnya yang relevan.

Kenapa sih harus relevan?

Karena konten yang menarik dan bermanfaat bagi calon konsumen akan membuat konsumen Anda tertarik untuk mengunjungi bisnis Anda. Dan buka tidak mugnkin mereka akan menjadi follower brand Anda.

2.   Convert

Setelah berhasil mendapat follower, apakah sudah cukup? Tentu saja belum. Anda harus mengubah mereka menjadi leads, yaitu orang-orang yang berpotensi membeli.

Untuk itu, Anda perlu mengantongi informasi kontak mereka, baik berupa alamat email, nomor handphone, dan sejenisnya.

Nah, bagaimana cara melakukannya? Anda bisa memperoleh hal tersebut dengan melampirkan form, landing page, dan leading magnet.

Anda tentu pernah masuk ke suatu website atau blog, lalu melihat form yang mengajak Anda untuk berlangganan newsletter mereka. Nah, ini adalah salah satu bentuk praktik convert.

Atau bisa jadi Anda pernah mendownload ebook yang mengharuskan Anda melengkapi informasi kontak terlebih dahulu.

Dengan adanya informasi kontak, Anda bisa menghubungi calon konsumen Anda secara personal. Tidak hanya untuk membangun hubungan, tapi juga menarik mereka untuk melakukan pembelian.

3.   Close

Pada tahap ini yang harus Anda lakukan adalah mengubah calon konsumen menjadi konsumen. Bagaimana caranya?

Anda bisa memanfaatkan informasi kontak yang Anda dapatkan pada tahap convert. Kirimlah konten atau pesan yang dapat membuat mereka tertarik membeli.

Tahapan ini memungkinkan Anda untuk membangun hubungan yang baik dengan calon konsumen. Yang perlu Anda lakukan adalah terus meyakinkan calon konsumen bahwa produk yang Anda tawarkan bisa menjadi solusi bagi permasalahan mereka.

Sehingga konsumen mengerti bahwa Anda tidak menempatkan mereka sebagai target market semata, tapi juga menjalin hubungan yang baik jangka panjang.

4.   Delight

Setelah Anda berhasil membuat calon konsumen membeli produk Anda, maka langkah selanjutnya adalah menjaga hubungan baik dengan konsumen yang sudah melakukan pembelian.

Kenapa ini penting untuk meningkatkan penjualan online?

Karena konsumen yang melakukan pembelian adalah konsumen yang sudah jelas tertarik dengan bisnis Anda. Sehingga, mengajak mereka untuk membeli lagi tidak akan sesulit mengejar konsumen baru.

Di tahap ini, Anda masih bisa mengandalkan email marketing untuk membangun hubungan dengan mereka. Anda juga bisa mencoba membuat survey untuk memastikan kepuasan konsumen.

Perbedaan Outbound Marketing dengan Inbound Marketing

Perbedaan utama antara inbound marketing dan outbound marketing adalah bahwa inbound marketing fokus pada menarik pelanggan potensial ke perusahaan, sementara outbound marketing fokus pada mengirim pesan kepada orang yang mungkin tidak tertarik.

Inbound marketing cenderung lebih efektif dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan potensial, sementara outbound marketing lebih efektif dalam mencapai banyak orang dalam jangka pendek.

  • Outbound Marketing

Outbound marketing adalah suatu teknik pemasaran yang bertujuan untuk menjangkau konsumennya dari luar (outbound). Media yang dipilih untuk melakukan pemasaran adalah TV, telepon atau iklan.

Teknik pemasaran seperti ini memiliki 3 kelemahan.

  • Tidak memperhatikan persona konsumen sehingga pemasaran yang dijalankan tidak diterima oleh orang yang tepat. Kecil kemungkinan untuk mendapatkan konsumen.
  • Pemasaran bersifat mengganggu atau cenderung memaksakan kepada calon konsumen sehingga menimbulkan efek negatif.
  • Dikarenakan pemasaran masih menggunakan media mainstream, dan yang dikeluarkan juga cenderung lebih besar.
  • Inbound Marketing

Teknik pemasaran ini dilakukan dengan cara membuat calon konsumen tertarik, Sehingga proses pemasaran berjalan tanpa adanya paksaan.

Salah satu praktik inbound Marketing yang paling umum adalah memberikan konten yang bermanfaat. Ketika calon konsumen menerima manfaatnya, tidak menutup kemungkinan calon konsumen akan tertarik dengan produk yang ditawarkan dan menjadi koncumen tetap tanpa paksaan.

Media yang pada umumnya digunakan saat mempraktiikkan inbound marketing adalah: Sosial Media, Blog, Email Marketing, Content Marketing dan lain sebagainya.

Strategi Inbound Marketing

1.   Menawarkan Konten

Penyediaan konten ini wajib dilakukan. Pasalnya, hal tersebut dapat memberikan efek yang baik bagi pelanggan maupun bisnis Anda.

Berkat konten yang ditawarkan kepada pelanggan, mereka akan selalu mengingat bisnis Anda.

Sehingga, besar kemungkinan bagi Anda untuk mendapatkan pelanggan lagi jika penawaran konten bisa dilakukan dengan baik.

Anda dapat menyediakan dan menawarkan konten yang sesuai kepada pelanggan. Selain itu, kontennya harus benar-benar bermanfaat bagi mereka.

2.   Menciptkan Awareness

Awareness atau kesadaran yang dialami oleh para pelanggan pada suatu bisnis bisa terjadi kapan saja. Terlebih lagi ketika mereka memang sedang memerlukan produk Anda.

Nantinya, mereka akan berusaha secara langsung untuk mencari produk Anda. Dari hal tersebutlah awareness menjadi peran penting dalam melakukan inbound marketing.

Pada prinsipnya, awareness ini dapat muncul dengan berbagai macam cara, namun biasanya akan muncul setelah melakukan proses pemasaran.

3.   Interaksi

Bagian yang penting lainnya dalam menjalankan strategi pemasaran inbound marketing adalah dengan melakukan interaksi.

Jika interaksi yang dibangun oleh perusahaan dan pelanggan bisa dilakukan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan pelanggan Anda akan menjadi pelanggan yang setia.

Interaksi yang baik membuat pelanggan senang dan membuat mereka tetap loyal.

4.   Memberikan Saran

Biasanya, setiap pelanggan mempunyai permasalahannya masing-masing. Seperti permasalah saat menggunakan produk dari bisnis Anda. Dalam hal ini, Anda harus mampu memberikan saran yang tepat pada pelanggan.

Proses dalam memberikan saran ini tentunya harus dilakukan dengan cara interaksi yang baik. Minimal, saran tersebut harus bermanfaat untuk pelanggan.

Karena, saran yang Anda berikan akan membuat pelanggan Anda mampu menemukan produk yang sesuai dengan keperluannya secara lebih mudah.

Selain itu, pelanggan juga bisa menemukan produk yang sesuai dengan keperluannya. Sehingga produk Anda bisa menjadi solusi tepat atas masalah yang tengah dihadapi calon konsumen Anda.

Tunggu Apa Lagi?  Yuk Mulai Terapkan Inbound Marketing

Jadi, bagaimana dengan perusahaan/bisnis Anda?

Apakah sudah menerapkan Inbound Marketing dengan tepat ?

Jika belum, maka inilah saat yang tepat untuk mulai menjalankannya sebelum pelanggan Anda beralih ke kompetitor lain.

Dengan bekal informasi diatas, Anda sudah bisa menjalankan metodologi ini dengan baik. Mengingat metodologi inbound marketing ini sangat penting untuk bisnis Anda yaitu untuk memperluas pasar dan mengembangkan bisnis.

Lebih dari itu dengan inbound marketing, Anda  bisa membangun hubungan dengan konsumen melalui manfaat dan tanpa adanya paksaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here