Era Digital adalah era dimana sebagian besar aktivitas masyarakat berhubungan dengan internet termasuk dalam mencari informasi maupun berbelanja.

Maka tak heran semakin banyak bisnis online yang bermunculan dari berbagai platform digital.

Hal ini tentunya menjadikan para pebisnis online semakin gencar dalam memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas. Inilah yang dinamakan Digital Branding.

Pada kesempatan kali ini penulis akan menyajikan informasi tentang digital branding secara lengkap yang pastinya sangat dibutuhkan para pebisnis online. Yuk simak penjelasan berikut hingga selesai.

Apa itu Branding?

Branding adalah proses kreatif yang dilakukan pebisnis untuk membuat usahanya dikenal publik dan membedakan dirinya dari kompetitor sehingga akan meninggalkan kesan mendalam bagi calon konsumen.

Ketika melakukan branding, Anda perlu merancang strategi untuk membangun upaya branding yang ideal. Diantaranya Anda harus bisa menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa bisnis yang Anda miliki?
  2. Apa ciri khas dari produk yang Anda tawarkan?
  3. Apa tujuan dan misi bisnis Anda?
  4. Apa nilai-nilai yang bisnis Anda miliki?
  5. Siapa target pasar Anda?

Pengertian Digital Branding

Digital Branding adalah strategi yang dilakukan sebagai upaya untuk membangun brand dengan memanfaatkan platform digital. Bisa melalui Website, Aplikasi, Sosial Media, atau platform digital lainnya yang memungkinkan banyak orang yang melihat.

Dengan digital branding, menjadikan pebisnis lebih mudah untuk menunjukkan eksistensi bisnis nya di ruang digital.

Digital marketing yang Anda lakukan juga akan lebih mudah dengan branding. Sebab, produk akan mudah dikenal oleh masyarakat terutama di ruang obrolan online. Sehingga target pasar akan meluas dan penjualan akan meningkat.

Perbedaan Digital Branding dan Digital Marketer

Digital Branding

  • Usaha menciptakan citra sebuah brand melalui media digital
  • Fokus pada ikatan dengan audiens lewat platform digital
  • Bertujuan untuk mempertahankan ketertarikan dan meningkatkan loyalitas pelanggan
  • Strategi branding bisa berlaku permanen. Misal pembuatan logo brand.

Digital Marketing

  • Usaha memasarkan produk menggunakan media digital
  • Fokus pada peningkatan angka penjualan
  • Bertujuan untuk memperoleh brand awareness
  • Sifatnya tentatif atau bisa berubah-ubah tergantung pada produk,waktu, dan sebagainya

Mengapa Digital Branding Penting?

Berikut ini penjelasan mengenai pentingnya digital branding dalam pemasaran produk antara lain, yaitu:

  1. Membangun interaksi yang baik dengan pelanggan

Anda bisa memanfaatkan digital branding untuk membangun citra bisnis Anda ramah terhadap pelanggan. Pelanggan akan lebih mudah berinteraksi dengan Anda melalui branding yang Anda bangun secara online. Misalnya dengan melakukan pendekatan dengan metode storytelling. Calon pelanggan tentu akan lebih memilih produk yang lebih dekat dengan emosi mereka daripada yang tidak.

  1. Memperkenalkan Brand Bisnis

Persebaran informasi melalui media digital sangat cepat, sehingga tidak butuh waktu lama agar target pasar mengetahui produk yang dipromosikan. Dengan cara menyebarkan ciri khas yang hanya dimiliki oleh brand dan pastinya tidak ada di kompetitor.

  1. Membuat Brand menjadi Memorable

Anda bisa menggunakan berbagai platform social media untuk pemasaran. Misalnya, mengadopsi konten viral yang disesuaikan dengan produk atau brand. Cara tersebut bisa menarik minat pelanggan dan mereka akan mudah mengingatnya. Apalagi jika brand memiliki tagline yang unik.

  1. Memperluas jaringan

Jika digital branding Anda kuat, tentu akan lebih mudah untuk memperluas jaringan. Selain itu, Anda bisa menjalin kerja sama dengan bisnis lain yang memiliki satu visi misi.

  1. Mem-viralkan bisnis Anda

Branding mampu membuat bisnis menjadi viral. Dengan demikian, potensi untuk menjangkau target yang lebih luas semakin baik. Sehingga, bisnis bisa menjadi lebih besar.  Anda perlu konsisten. Posting konten menarik sesering mungkin, sebanyak mungkin. Terus perkuat marketing Anda. Semakin besar usaha Anda untuk mempopulerkan bisnis Anda, semakin besar kesempatan bisnis Anda untuk viral.

Strategi Penerapan Digital Branding untuk Bisnis Anda

  1. Ciptakan Logo Bisnis

Logo merupakan identitas visual dari sebuah merek. Dengan logo yang unik dan kuat, orang akan mudah mengingat. Jika Anda melihat logo apel digigit pasti Anda aka tahu itu brand Apple. Coba lihat juga logo burung berwarna biru pasti Anda tahu kalau itu adalah logo brand Twitter.

Di samping itu, buatlah logo yang mencerminkan bisnis. Mulai dari pemilihan warna, font, gaya desain, gambar, dan ukuran yang mampu menyampaikan visi dan misi brand.

  1. Buat Website Bisnis

Jika logo Anda adalah tanda untuk bisnis Anda, maka website Anda adalah lokasi etalase digital Anda. Ketika pelanggan ingin mengetahui lokasi fisik Anda, jam operasi Anda, daftar produk Anda atau informasi kontak Anda, mereka tidak akan menggali melalui buku telepon. Mereka akan cari website Anda di mesin pencari seperti Google, tempat mereka berharap menemukan informasi dengan cepat dan mudah.

Website yang efektif memiliki:

  • Tampilan sederhana dan mudah dinavigasi.
  • Desain yang ramping dan menjaga konsistensi brand dengan skema warna yang konsisten atau melengkapi logo Anda.
  • Jadikan nama brand dan detail penting Anda menonjol dengan font yang tebal dan dapat dibaca.
  • Buat halaman tetap ringkas dan to-the-point.

Baca juga: Pengertian Website Marketing dan Strateginya

  1. Brand Messaging

Brand messaging adalah pesan yang ingin bisnis Anda sampaikan ke calon pelanggan. Pesan atau message yang Anda sampaikan harus sesuai dengan apa yang bisnis Anda lakukan dan misi bisnis Anda. Selain itu, jangan lupa untuk selalu fokus pada keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Untuk itu Brand Messaging harus mencakup dari tiga pertanyaan dibawah ini:

  • Apa yang ditawarkan bisnis Anda?
  • Apa yang bisnis Anda perjuangkan?
  • Mengapa bisnis Anda penting?

Selain itu Anda juga harus mencari keunikan agar produk atau layanan Anda mudah diingat. Berikut langkah-langkahnya:

  1. SEO (Search Engine Optimization)

Search Engine Optimization memastikan brand Anda dan apa yang ditawarkan menjadi mudah ditemukan oleh mesin pencari.

Untuk mengoptimasi konten SEO, Anda bisa menggunakan berbagai tools seperti Ahrefs, Ubersuggest, dan Keyword Tool untuk menemukan keyword atau kata kunci yang relevan dengan bisnis Anda. Keyword tersebut dapat dijadikan acuan dalam membuat artikel.

Berikut adalah salah satu tips utama Google:

  • Pastikan bahwa setiap halaman website dapat dijangkau dengan tautan dari halaman lain yang dapat ditemukan.
  • Batasi jumlah tautan pada halaman hingga paling banyak seribu.
  • Desain halaman utamanya untuk user, bukan mesin pencari.
  • Pertimbangkan apa yang membuat website Anda bermanfaat dan menarik.
  • Jadikan website Anda menonjol dari yang lain dengan memberikan informasi nilai tambah.
  • Pantau terus situs Anda dari ancaman tautan rusak dan peretasan (hacking).

Baca juga: Apa itu Search Engine Marketing?

  1. Content Marketing

Saat ini tidak cukup Anda hanya menggunakan iklan sebagai strategi marketing. Untuk mendapat hati pelanggan setiap dan kembali menggunakan produk Anda, penting untuk melakukan engagement dengan pelanggan. Di situlah content marketing memiliki peran penting. Di mana digital marketing fokus pada penjualan, content marketing fokus pada engagement melalui foto, video, bahkan blog yang Anda baca saat ini.

Content Marketing yang sukses harus menstimuli minat pada brand Anda dan membuat pelanggan bersemangat terhadap produk dan message Anda. Hal tersebut membantu membangun kepercayaan antara brand dan pengguna, dan berupaya membangun hubungan yang langgeng dan bermanfaat. Di saat digital marketing memperkenalkan pelanggan ke brand Anda, content marketing yang sukses harus membuat mereka tetap tertarik, mengubah pengguna satu kali menjadi penggemar setia.

  1. Social Media

Hampir semua orang memiliki media sosial. Anda bisa memanfaatkan peran media sosial untuk digital branding agar menarik lebih banyak pelanggan. Tentunya Anda perlu membuat konten yang kreatif agar audiens tertarik. Sesuaikan setiap postingan tentang brand Anda dengan platform yang digunakan. Misal seperti:

  • Konten Snapchat cenderung menyenangkan, hidup, dan ditargetkan untuk orang yang lebih muda.
  • Postingan Instagram didorong oleh gambar dan dirancang untuk mendorong “like” dan komentar.
  • Twitter bekerja secara real-time dan merespons peristiwa dan berita terkini.
  • Facebook adalah media sosial untuk segalanya dengan penekanan pada konten behind-the-scene tentang cara kerja brand Anda.

Jangan lupa untuk terus memantau media social agar tidak tertinggal perkembangan yang ada. Selain itu untuk mengetahui keterlibatan audiens.

Baca juga: 15+ Contoh Strategi Pemasaran Online Yang Bisa Anda Coba

  1. Email Marketing

Email marketing adalah cara mudah untuk menjangkau pelanggan, terutama mereka yang tidak menggunakan media sosial.

Mulailah dengan membangun daftar target email yang kuat dan berisi “leads” yang kemungkinan besar akan diubah menjadi pengunjung dan pelanggan Amda. Untuk mendapatkan leads, Anda bisa melihat data pendaftaran dari iklan atau mengumpulkannya langsung di situs web Anda dengan menyertakan pop up pendaftaran newsletter di landing page.

Sebelum Anda mengirim email secara massal, identifikasi dengan jelas apa yang ingin Anda capai dengannya:

  • Meningkatkan engagement?
  • Menjaga hubungan dengan pelanggan?
  • Mengumumkan produk baru?

Goal email marketing Anda harus melihat segala aspek mulai dari baris subject email hingga pemilihan gambar Anda. Targetkan email Anda ke segmen pelanggan tertentu dan tulis dengan nada yang aktif dan menarik yang sesuai dengan brand Anda.

Sertakan foto, video, dan informasi berguna yang berupaya tidak hanya menjual produk Anda, tetapi juga secara aktif melibatkan pelanggan dalam gaya hidup brand Anda – experience.

Jadwalkan email massal dengan hati-hati. Mengirim terlalu banyak atau back-to-back sering menghasilkan jalan emas untuk email Anda masuk ke junk atau bahkan tong sampah oleh pengguna.

  1. Influencer Marketing

Influencer marketing adalah bentuk marketing yang menggunakan orang dengan pengikut sosial media yang besar untuk memposting tentang brand Anda. Pilihlah influencer yang sesuai dengan misi bisnis Anda.  Mereka akan membuat konten sesuai dengan gaya dan kreativitas yang mereka miliki.

Ada berbagai macam influencer yang bisa Anda jadikan pilihan berikut diantaranya:

  • Mikro adalah influencer dengan jumlah follower sekitar 10 ribu orang.
  • Makro adalah influencer dengan jumlah follower lebih dari 100 ribu.
  • Premium adalahTop influencer dengan jumlah follower terbanyak.
  • Selebgram atau selebritis Instagram adalah public figure yang menggunakan Instagram sebagai media promosi produk.
  • Youtuber bekerja dengan mengunggah video ke YouTube tentang suatu informasi, termasuk informasi produk.
  • Blogger memberikan informasi tentang sebuah produk lewat konten tulisan di blognya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih influencer adalah influencer yang memiliki kepercayaan, pengaruh besar serta engagement pra influencer tersebut. Sehingga Kerjasama yang dijalin akan membuahkan hasil dengan cepat.

Baca juga: Tips Sukses Menjadi Affiliate Marketer

  1. Online Advertising

Selain influencer marketing, bisa menggunakan online advertising sebagai strategi branding bisnis. Teknik ini terbilang cukup ampuh karena bisa menjangkau lebih banyak orang serta tersedia berbagai format.  Saat ini ada begitu banyak media untuk beriklan di dunia digital, seperti:

  • Search engine ads: Iklan ini dapat membuat situs web Anda berada di bagian atas halaman seperti di Google, sehingga pelanggan dapat melihat produk atau brand Anda lebih dulu.
  • Display ads: Iklan ini adalah spanduk yang dapat diklik dan Anda temukan di halaman web di internet.
  • Social media ads: merupakan salah satu jenis pemasaran digital atau digital marketing yang memanfaatkan channel social media untuk mengirimkan iklan berbayar kepada target pasar Anda.
  • Mobile feed dan desktop feed ads: Iklan ini sering muncul sebagai “suggested content” di feed seluler dan desktop pengguna. Iklan ini terkesan lebih natural karena mereka terintegrasi secara langsung ke feed dan bercampur dengan konten tidak berbayar lainnya.
  • Retargeting ads: Iklan ini menjangkau pelanggan yang telah memiliki minat pada layanan Anda, baik dengan mencarinya di Google, mengunjungi situs web Anda, atau menyukai halaman Facebook Anda.
  • Google adwords: Fitur dari Google untuk menampilkan paid searchatau iklan berbayar di hasil pencarian Google. Dengan menggunakan Google Adwords, Anda bisa menampilkan iklan Anda di hasil pencarian Google untuk kata kunci tertentu.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Promosi Bisnis Online

  1. Digital Out of Hom Advertising

Digital out of home advertising merupakan beriklan yang menargetkan orang-orang di luar ruangan. Sehingga, penempatan iklannya pun di luar area yang ramai pengunjung. Misalnya, jalan raya, bioskop, bandara, halte, dan sebagainya.

Media yang digunakan pun bermacam-macam. Contohnya, digital truck advertising, digital and static billboard advertising, dan vending machine advertising.

Itu dia penjelasan tentang digital branding yang ampuh untuk bisnis online.

Apakah Anda berminat untuk mencoba?

Untuk informasi seputar strategi marketing lainnya Anda bisa mengunjungi website kami di blog.akmakom.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here