Sumur resapan adalah sumur buatan manusia yang memiliki tujuan untuk memperluas area serapan air, terutama air hujan, guna melakukan konservasi pada tanah dan juga kandungan air di dalam tanah. Area resapan air yang diperluas, diharapkan air hujan yang turun tidak lagi menggenang dan dapat ditampung masuk ke dalam sumur. Tujuannya adalah memperkecil peluang terjadinya banjir pada suatu area yang memiliki sumur resapan.

Metode sumur resapan atau lubang imbuhan sangat bermanfaat digunakan pada pemukiman yang berada di area pantai. Sumur resapan dapat mengurangi instrusi air laut dan mengurangi pencemaran air dan tanah.

 

Cara Kerja Sumur Resapan:

  1. Air hujan yang turun akan mengisi parit
  2. Kemudian disalurkan ke area sumur resapan melalui aluran pipa
  3. Air akan tertahan di dalam sumur dalam waktu tertentu
  4. Selanjutnya air akan meresap dan mengalir ke dalam tanah

 

 

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan untuk Kriteria Lokasi Sumur Resapan:

  • Sumur resapan harus berada ditempat yang datar. Hindari tanah yang berlereng, curam, atau
  • Posisi sumur resapan paling tidak berjarak 5 meter dari tempat penimbunan sampah atau septic tank, serta berjarak minimal 1 meter dari
  • Kedalaman sumur resapan dapat dibangun sampai lapisan tanah berpasir atau maksimal 2 meter di bawah permukaan Kedalaman muka air tanah minimal 1,5m pada musim hujan.
  • Struktur tanah wajib memiliki tingkat penyerapan air minimal 2cm/jam. Artinya setiap 1 jam, tanah mampu menyerap genangan air setinggi 2cm.

 

Langkah-Langkah Membuat Sumur Resapan:

  1. Tentukan Lokasi

Lokasi sumur resapan di tempat yang datar dan stabil, dan berada >5 meter dari pembuangan sampah, limbah atau septic tank. Beri juga jarak setidaknya 1 meter dari pondasi rumah kita.

  1. Penggalian Tanah

Jika sumur konvensional berguna untuk mengeluarkan air tanah, sedangkan sumur resapan ini berfungsi untuk menampung air hujan. Jadi kita menggali lubang yang cukup dalam namun jangan sampai menyentuh muka air tanah. Kedalaman ± 1,5 meter dengan diameter lubang berkisar 80 – 100 cm.

  1. Membuat Dinding Sumur

Setelah selesai melakukan penggalian tanah, buatlah dinding pada sumur untuk mencegah terjadinya longsor. Dinding sumur resapan bisa dibuat dari buis beton, pasangan batu kosong, atau pasangan bata kosong (tanpa plesteran). Buis beton bisa lebih rapi dan stabil untuk dijadikan dinding sumur resapan.

  1. Membuat Saluran Air Masuk dan Keluar

Untuk aliran air masuk, kita bisa langsung menghubungkannya dengan saluran air dari talang menggunakan pipa PVC. Kemudian pasang lagi saluran air keluar yang berguna untuk membuang kelebihan debit air hujan di dalam sumur. Saluran air keluar bisa diarahkan keselokan agar tidak menimbulkan genangan air atau banjir.

  1. Pengisian Lapisan Dasar Sumur Resapan

Isi bagian bawah sumur resapan dengan bahan-bahan yang dapat menyaring air. Kita bisa memanfaatkan pecahan batu/kerikil, pecahan bata, dan ijuk sebagai material penyaring air di dalam sumur resapan. Masukkan pecahan batu berukuran 20-30cm dan pecahan bata berukuran 5-10 cm di bagian paling dasar. Setelah itu, masukkan ijuk di bagian atasnya. Supaya ijuk tetap pada tempatnya, kita bisa tindih ijuk dengan batu. Susun material tersebut secara berongga-rongga.

  1. Pasang Penutup Sumur

Tutup sumur resapan dengan plat beton yang memiliki ketebalan ±10cm atau tutup kayu yang ada pegangannya, supaya dapat memudahkan kita untuk membuka dan menutup. Setelah hujan, kita bisa melihat ada air yang tertampung di dalamnya, dan kita bisa memanfaatkan air tersebut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here